Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dalam Meningkatkan Sanitasi Alat Makan dan Personal Hygiene di Sentra Wisata Jambangan Surabaya Tahun 2021

Analisis situasi sentra kuliner di Wilayah Wisata Jambangan diketahui terdapat 20 pedagang yang berjualan dengan berbagai panganan yang diperdagangan. Penggunaan berbagai alat makan berpotensi memiliki kualitas bakteriologis yang tidak memenuhi persyaratan karena mengandung kuman Escherichia coli. Kondisi ini diakibatkan karena factor belum terpenuhinya pelaksanaan hygiene sanitasi di tempat penjualan makanan tersebut, diantaranya karena belum terpenuhinya hygiene sanitasi dalam penanganan peralatan makanan dan personal hygiene pedagang yang belum dilaksanakan sepenuhnya.
Kurang terpenuhinya kualitas bakteriologis peralatan makanan di sentra kuliner wilayah Jambangan ini juga didasarkan pada tingkat pengetahuan pedagang dan personal hygiene belum sepenuhnya diterapkan, dimana dari 20 pedagang, 94,1% berpengetahuan baik, masih terdapat 5,9% diantaranya memiliki kualitas bakteriologis alat makan yang tidak memenuhi syarat dan 66,7% pedagang berpengetahuan cukup, 33,3% diantaranya memiliki kualitas peralatan makanan minum yang tidak memenuhi syarat karena mengandung E.coli. Data ini diperoleh dari penelitian tahun 2017 dimana kondisi hygiene sanitasi dan pengetahuan pedagang masih belum mengalami perubahan ketika dilakukan penjajagan.
Upaya yang dapat dilakukan dalam meminimasi cemaran mikroba pada alat makan satu diantaranya dengan memanfaatkan daun jeruk purut sebagai desinfektan alami dengan konsentrasi 100 mg/100 ml yang dapat meminimasi jumlah kuman pada alat makan sebesar 79%. Sebagai tindak lanjut latar belakang kondisi di Sentra Wisata Kuliner Jambangan tersebut dilakukan pengabdian masyarakat dengan sasaran para pedagang untuk meningkatkan pengetahuan dan hygiene sanitasinya.
Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian leaflet sebagai bentuk promosi kesehatan, penyuluhan, praktek pembuatan larutan daun jeruk purut, serta pemberian bantuan perlengkapan penyimpanan alat makan. Para pedagang antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dengan memperhatikan secara penuh sampai kegiatan berakhir serta mengajukan pertanyaan ketika belum memahami penjelasan penyuluh.